Tampilkan postingan dengan label Belajar Akuntasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Akuntasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Laporan Keuangan 2

Neraca
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada suatu tertentu. Tujuan Neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu (Sugiyarso & Winarni, 2005:2 ; Munawir, 2004:13).
Neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
  1. Aktiva (Asset)
  2. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2002:13) dalam buku Standar Akuntansi Keuangan  dijelaskan bahwa “Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan”.Lebih tegas lagi bahwa pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan saja, tetapi juga termasuk pengeluaran-pengeluaran yang belum dialokasikan (deffered charges) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya (intangable asset) misalnya goodwill, hak paten, hak menerbitkan dan sebagainya (Munawir, 2004:14).Komponen Aktiva (assets) menurut Jusuf (2000) secara umum adalah sebagai berikut:
    • Aktiva Lancar (Current Asset), adalah aktiva yang dengan mudah dapat dikonversikan ke dalam bentuk tunai atau aktiva yang dipergunakan dalam satu siklus operasi.
      Beberapa komponen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
      a) Kas dan Bank (Cash and Bank)
      b) Surat-surat berharga (Marketable Securities)
      c) Piutang dagang (Account Receivable)
      d) Persediaan Barang (Inventory)
      e) Biaya yang dibayar di Muka (Prepaid Expenses)
    • Investasi (Investment)
      Investasi (Investment) adalah bentuk penyertaan jangka panjang atau yang dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain.
    • Aktiva Tetap (Fixed Asset)
      Aktiva Tetap (Fixed Asset) adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dulu, yang dipergunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih dari satu tahun.
      Beberapa komponen yang banyak ditemukan adalah:
      a) Tanah (Land)
      b) Bangunan (Building) yang telah siap atau sedang dipergunakan.
      c) Mesin-mesin (Machinaries) yang telah siap atau sedang dipergunakan.
      d) Peralatan (Equipment).
      e) Kendaraan (Vehicle).
    • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
      Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) adalah hak-hak istimewa atau porsi yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.
    • Aktiva Lain-lain (Other Asset)
    • Aktiva Lain-lain (Other Asset) adalah aktiva yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori aktiva di atas.
      Beberapa komponen dari pos ini adalah:
      a) Biaya Pra-operasi (Pre-Operating Expenses).
      b) Bangunan yang masih dalam penyelesaian.
      c) Mesin dalam Instalasi.
      d) Aktiva lain.
  3. Kewajiban (Liabilities)
  4. Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002:13). Di mana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan ke dalam hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang (Munawir,2004:18).
    Hutang lancar atau jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan (Munawir,2000:18).
    Hutang lancar meliputi antara lain:
    • Hutang Dagang, adalah hutang yang timbul karena adanya pembelian barang dagangan secara kredit.
    • Hutang Wesel, adalah hutang yang disertai dengan janji tertulis (yang diatur dengan undang-undang) untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu tertentu di masa yang akan datang.
    • Hutang Pajak, baik pajak untuk perusahaan yang bersangkutan maupun Pajak Pendapatan Karyawan yang belum disetorkan ke Kas Negara.
    • Biaya Yang Masih Harus Dibayar, adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dilakukan pembayarannya.
    • Hutang Jangka Panjang Yang Segera Jatuh Tempo, adalah sebagian (seluruh) hutang jangka panjang yang sudah menjadi hutang jangka pendek karena harus segera dilakukan pembayaranya.
    • Penghasilan Yang Diterima Dimuka (Deferred Revenue), adalah penerimaan uang untuk penjualan barang/jasa yang belum direalisir.
    Hutang Jangka Panjang menurut Munawir (2000:19) adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca), yang meliputi:
    1) Hutang Obligasi.
    2) Hutang Hipotik, adalah hutang yang dijamin dengan aktiva tetap tertentu.
    3) Pinjaman Jangka Panjang yang lain.
  5. Modal (Equity/Net Worth)
  6. Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki Perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan (Munawir,2004:19). Atau bisa juga dikatakan bahwa modal adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (Ikatan Akuntansi Indonesia,2002:13).
    Komponen dari modal ini sendiri adalah:
    1) Modal Saham (Capital Stock).
    2) Agio Saham (Surplus/Premium).
    3) Laba Yang Ditahan (Retained Earning).
    4) Laba Tahun Berjalan (Profit of Current Year).
    5) Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap.
readmore »»   Share

Kamis, 25 Oktober 2012

Laporan Keuangan 1

A. TUJUAN
Berdasar Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan pemakaiannya.
Laporan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

 
B. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :

 
  1. Laporan Laba Rugi
      
    Laporan laba rugi (“Bahasa Inggris” Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari Laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi Laporan keuangan yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
    Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta mengikhtisarkan transaksi transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Kedua pendekatan itu adalah:
    a. Dasar Tunai (cash basis), yaitu;
    Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rgi laba pada period tertentu.
    b. Dasar Waktu (akrual basis)
    Yaitu suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu.
    Dalam laporan laba-rugi, terdapat tiga rekening (akun) yang perlu dipahami dengan jelas, yaitu:
    - Pendapatan
    Adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan akitivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti; penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.
    - Beban
    Adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gai, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang, beban perlengkapan.
    - Laba atau Rugi
    Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang terjadi.
    Untuk perusaahaan jasa, meliputi pendapatan atau penghasilan, beban operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak penghasilan, laba bersih setelah pajak.

     
  2. Laporan Perubahan Modal
        yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.

     
  3. Neraca
        yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.

     
  4. Laporan Arus Kas
        yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.

readmore »»   Share

Neraca Lajur

Neraca Lajur adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam membuat penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 
 
Sebelumnya akan diperlihatkan bentuk neraca lajur yang lazim (sering kita jumpai) yaitu bentuk neraca lajur sepuluh kolom, sebagai berikut:

Proses Penyusunan Neraca Lajur
Pada bagian atas neraca lajur terdiri dari: baris pertama untuk menuliskan nama perusahaan, baris kedua untuk menuliskan tulisan neraca lajur, baris ketiga untuk menuliskan periode neraca lajur. Neraca lajur yang lazim terdiri dari lima (5) pasang kolom yang masing-masing terdiri atas kolom debet dan kolom kredit. Kelima kolom tersebut adalah:(1) kolom neraca saldo, (2) kolom penyesuaian, (3) kolom neraca saldo telah disesuaikan, (4) kolom rugi laba, dan (5) kolom neraca.

Prosedur untuk menyusun neraca lajur terdiri atas 5 langkah berikut:

1. Memasukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada neraca lajur, yaitu dengan menjumlahkan saldo masing-masing rekening pada buku besar ke kolom neraca saldo. Saldo debet dimasukkan ke kolom debet dan saldo kredit dimasukkan ke kolom kredit. Setelah semua saldo rekening dimasukkan ke dalam kolom neraca saldo kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kredit dan hasilnya ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Perlu diperhatikan bahwa antara jumlah kolom debet dan kredit harus sama. Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 1
2. Memasukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian pada neraca lajur. Sebagian dari rekening yang ada pada kolom neraca saldo pada akhir periode ada yang membutuhkan penyesuaian, di antaranya adalah rekening perlengkapan, peralatan, dan lain-lain. Data-data penyesuaian yang ada pada akhir periode dianalisa dan dimasukkan pada kolom penyesuaian dalam neraca lajur. Setelah semua data dimasukkan ke kolom penyesuaian, kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kolom kreditnya dan ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Jumlah kedua kolom ini harus sama (balance). Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.


Proses Penyusunan Neraca Lajur 2Proses Penyusunan Neraca Lajur 3 3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan
. Saldo yang terdapat dalam kolom ini sudah mencerminkan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Saldo rekening yang tercantum dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan diperoleh dengan jalan menambah atau mengurangkan angka-angka yang terdapat dalam kolom neraca saldo dengan kolom penyesuaian. Sedangkan untuk rekening yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian, maka saldo yang ada pada kolom neraca saldo langsung dipindahkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Perlu diperhatikan juga untuk rekening yang awalnya tidak ada dalam neraca saldo tetapi baru muncul akibat jurnal penyesuaian juga ikut dipindahkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Setelah semua saldo dimasukkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan , kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kolom kreditnya dan ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Jumlah kedua kolom ini harus sama (balance). Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 4
Proses Penyusunan Neraca Lajur 5 4. Memindahkan saldo-saldo dalam neraca saldo setelah disesuaikan, rekening-rekening nominal dipindahkan ke kolom laba rugi, sedangkan rekening-rekening riel dipindahkan ke kolom neraca. Neraca saldo setelah disesuaikan sekarang telah mencakupi semua informasi yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan. Tahap selanjutnya adalah memindahkan saldo setiap rekening yang ada ke dalam kolom laporan keuangan yang tepat. Aturan pemindahan didasarkan atas jenis rekening yang bersangkutan. Rekening nominal (pendapatan dan biaya) dipindahkan ke dalam kolom laba rugi, sedangkan rekening riel (aktiva, kewajiban, dan modal) dipindahkan ke kolom neraca. Perlu diketahui bahwa meskipun rekening modal dan prive dipindahkan ke kolom neraca, mereka juga akan digunakan dalam penyusunan laporan perubahan modal. Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.


Proses Penyusunan Neraca Lajur 6Proses Penyusunan Neraca Lajur 7 5. Menjumlahkan debet dan kredit pada kolom rugi laba dan kolom neraca.
Setelah masing-masing saldo dipindahkan ke kolom laba rugi dan neraca, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan masing-masing kolom laba rugi dan kolom neraca. Dalam kolom laba rugi, debet dan kredit dijumlahkan, selisih antara kolom debet dan kredit adalah laba atau rugi bersih yang diperoleh perusahaan pada periode yang bersangkutan. Apabila jumlah kolom debet lebih besar dari kolom kredit maka kelebihan ini merupakan laba bersih, sedangkan apabila jumlah kolom debet lebih besar daripada kolom kredit maka kelebihan ini merupakan rugi bersih. Dalam kolom neraca juga dijumlahkan masing-masing kolom debet dan kreditnya, besar selisih antara debet dan kredit pada kolom neraca harus sama dengan jumlah selisih debet dan kredit pada kolom laba rugi.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 8 Proses Penyusunan Neraca Lajur 9 Demikianlah artikel tentang Proses Penyusunan Neraca Lajur. Semoga pembahasannya mudah dipahami. Amiiin
readmore »»   Share

Neraca Saldo




A. PENGERTIAN
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.
Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

 
B. FUNGSI
Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.

 
C. BENTUK
PT. MAJU JAYA ABADI
NERACA SALDO
Periode Januari 2012
Nama Rekening  
No. Rekening 
Debet 
Kredit 





































 

 
Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut:
  1. Aktiva Lancar
  2. Aktiva Tetap
  3. Aktiva Lain-lain
  4. Hutang Lancar
  5. Hutanng Tidak Lancar
  6. Ekuitas
  7. Pendapatan Operasi
  8. Pendapatan Non Operasi
  9. Beban Operasi
  10. Beban Non Operasi
Penyusunan neraca saldo dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Pertama jumlahkan kolom debet dan kolom kredit semua rekening yang terdapat di buku besar.
  2. Tulis hasil penjumlahan tersebut pada kolom yang bersangkutan. Untuk rekening yang hanya berisi satu baris maka tidak perlu dilakukan penjumlahan karena jumlah kolom debet atau kredit sudah dapat ditentukan secara langsung.
  3. Hitung saldo semua rekening yang terdapat dalam buku besar, yaitu dengan cara mencari selisih jumlah kolom debet dan jumlah kolom kredit yang telah dilakukan pada butir 2 di atas. Untuk rekening yang hanya berisi catatan pada salah satu kolomnya saja, maka saldo rekening dapat langsung ditentukan dengan menjumlahkan kolom yang berisi catatan tersebut.
  4. Susun neraca saldo yang berisi nama semua rekening yang terdapat dalam buku besar beserta saldonya masing-masing yang telah ditentukan pada butir 3 di atas.
Salah satu tujuan dari pembuatan neraca saldo adalah untuk menguji keseimbangan (kesamaan) sisi debet dan sisi kredit. Kecocokan sisi debet dan sisi kredit harus selalu dijaga. Namun demikian apabila sisi debet dan sisi kredit sama jumlahnya, hal ini tidak berarti bahwa segala sesuatunya sudah benar, sebab ada kesalahan-kesalahan tertentu yang tidak akan terpengaruh terhadap keseimbangan debet dan kredit, yaitu:
  1. Transaksi tidak dicatat dalam buku besar, apabila ada transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar, misalnya karena lupa atau sengaja tidak dicatat, maka keseimbangan saldo-saldo rekening tidak akan terganggu. Walaupun jumlah debet dan kredit sama besarnya, tetapi jumlah tersebut tidak menunjukkan angka yang benar.
  2. Kesalahan pencatatan "jumlah rupiah" dalam buku besar, apabila terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan jumlah rupiah, dan kesalahan tersebut terjadi pada waktu melakukan pendebetan maupun pengkreditan, maka kesalahan semacam ini tidak akan menganggu keseimbangan debet dan kredit. Kesalahan ini tidak akan nampak dalam neraca saldo karena jumlah sisi debet sama dengan jumlah sisi kreditnya.
  3. Pendebetan atau pengkreditan ke dalam rekening yang salah, pendebetan atau pengkreditan pada rekening yang salah tidak mengganggu keseimbangan jumlah debet dan jumlah kredit.
  4. Kesalahan yang saling menutupi, contoh kesalahan yang saling menutupi misalnya: rekening kas dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 tetapi di lain pihak rekening utang dagang juga dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 sehingga jumlah sisi debet dan sisi kredit tetap seimbang.
readmore »»   Share

BUKU BESAR

Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
Contoh buku besar bentuk T :
Nama Akun : Kas                                                                                                               Kode : 101
DEBET
KREDIT
2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
Contoh buku besar skontro :
Nama Akun : Utang Usaha                                                                               Kode : 201
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit


















Siklus Akuntansi Jasa
3. B en t uk  staffle(berkolom saldo tunggal)
Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.contohnya dibawah
Ini:                                                                                                                                           kode:301
tanggal keterangan ref debet kredit D/K saldo


















4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:
kode:111
tanggal keterangan ref debet kredit Saldo Debet kredit


















Keterangan:
  1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
  2. Diisi penjelasan transaksi
  3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
  4. Diisi jumlah uang yang didebet
  5. Diisi jumlah uang yang dikredit
  6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit
Prosedur Posting
Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.
a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.
b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.
c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.
Prosedur posting secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut :
ALI TAILOR
JURNAL UMUM
BULAN MEI 2005
Halaman 01
TANGGAL
KETERANGAN REF DEBET KREDIT
Mei 1 Kas Modal tuan Ali 111 301 4.000.000 4.000.000
BUKU BESAR
NAMA AKUN:KAS                                                                                               KODE .111

tanggal keterangan ref debet kredit Saldo Debet kredit
Mei 1
JU-1 4.000.000

4.000.000










NAMA AKUN:MODAL TUAN ALI                                                                           KODE: 301
tanggal keterangan ref debet kredit Saldo Debet kredit
MEI
JU-1
4.000.000

4.000.000









Berikut ini jurnal umum ALI TAILOR selama bulan mei 2005 pada contoh soal di atas:
tanggal Keterangan
ref debet kredit
1 mei 2 mei
4 mei
10 mei
12 mei
18 mei
19 mei
20 mei
21 mei
22 mei
25 mei
30 mei
31 mei
Kas Modal Tn. Ali
(Setoran modal awal Tn. Ali)
Sewa Dibayar Dimuka
Kas
(Pembayaran sewa ruko)
Perlengkapan Jahit
Kas
(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya
Kas
Pendapatan jahit
(Pendapatan jahit tunai)
Peralatan Jahit
Kas
Utang Usaha
(Pembelian peralatan sebagian tunai ke Toko Sekawan)
Piutang Usaha
Pendapatan jahit
(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)
Utang Usaha
Kas
(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)
Beban Gaji
Kas
(Pembayaran gaji pegawai)
Kas
Beban Administrasi
Utang Bank
(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)
Prive
Kas
(Prive Tn. Ali)
Kas
Piutang Usaha
(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)
Perlengkapan Jahit
Utang Usaha
(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya
Utang Bank
Beban Bunga
Kas
(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)


Rp 4.000.000 Rp 1.200.000
Rp 800.000
Rp 300.000
Rp 1.500.000
Rp 1.700.000
Rp.800.000
Rp.200.000
Rp 1.750.000
Rp.250.000
Rp.400.000
Rp.1.400.000
Rp.200.00
Rp. 200.000
Rp. 30.000
Rp.4.000.000 Rp.1.200.000
Rp.800.000
Rp.300.000
Rp. 500.000
Rp.1.000.000
Rp. 1.700. 000
Rp.800.000
Rp 200.000
Rp.2.000.000
Rp.400.000
Rp. 1.400.000
Rp. 200.000
Rp.230.000
Dari jurnal di atas dapat diposting sebagai berikut:
BUKU BESAR
NAMA AKUN: KAS                                                                            KODE:111
TGL KET REF DEBIT KREDIT SALDO
DEBIT KREDIT
MEI 1

4000000
4000000

2


1200000 2800000

4


800000 2000000

10

300000
2300000

12 19
20
21
22
25
31


1750000 1400000 500000 800000
200000
400000
230000
1800000 1000000
800.000
2550000
2.150.000
3.550.000
3.320.000

NAMA AKUN: PIUTANG                                                              KODE:112
TGL KET REF DEBIT KREDIT SALDO
DEBIT KREDIT

18

1700000
1700000

25


1400000 300000
























NAMA AKUN: PERLENGKAPAN
KODE:113
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

4

800000
800000

30

200000
1000000
























NAMA AKUN: SEWA DIBAYAR DIMUKA
KODE:114
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

2

1.200.000
1.200.000
































NAMA AKUN: PERALATAN JAHIT                         KODE:121
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

12

1.500.000
1.500.000
































NAMA AKUN: UTANG USAHA                                          KODE:201
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

12


1000000
1000000

19

800000

200000

30


200000
400000
















NAMA AKUN:UTANG BANK                                             KODE:202
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

21

2000000
2000000

31

200000

1800000





















NAMA AKUN:MODAL                                          KODE:301
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

1

400.000
400.000
































NAMA AKUN:PRIVE                                                         KODE:302
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

22

400000
400000
































NAMA AKUN:PENDAPATAN JASA                                    KODE:401
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

10

300000
300000

18

1700000
2000000
























NAMA AKUN:BEBAN GAJI                                              KODE:503
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

20

200.000
200.000
































NAMA AKUN:BEBAN ADMINISTRASI                               KODE:502
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

21

250.000
250.000
































NAMA AKUN: BEBAN BUNGA                                                       KODE:503
TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

31

30.000
30.000
































readmore »»   Share