Tampilkan postingan dengan label Wisata Kendal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kendal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sejarah Kabupaten Kendal


Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo.
Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan pertentangan dan mengakibatkan kematian itu tercatat dalam Prasasti. Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat secara luas. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak "sari" itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari". Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jln Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.

Dari kisah tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah atau daerah setelah Sunan Katong menyebutnya. Kisah penyebutan nama itu didukung oleh berita-berita perjalanan Orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres dikatakan bahwa pada abad ke 15 di Pantai Utara Jawa terdapat Pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal dan Kendal. Bahkan oleh Dr. H.J. Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki yang arti sangat penting. Sejarah Berdirinya Kabupaten Kendal Adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di Daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan. Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.
Perkembangan lebih lanjut dengan momentum gugurnya Tumenggung Bahurekso sebagi penentuan Hari jadi dinilai beberapa kalangan kurang tepat. Karena momentum tersebut merupakan sejarah kelam bagi seorang tokoh yang bernama Bahurekso. Sehingga bila tanggal tersebut diambil sebagai momentum hari jadi dikhawatirkan akan membawa efek psikologis. Munculnya istilah "gagal dan gugur" dalam mitologi Jawa dikawatirkan akan membentuk bias-bias kejiwaan yang berpengaruh pada perilaku pola rasa, cipta dan karsa warga Kabupaten Kendal, sehingga dirasa kurang tepat jika dijadikan sebagai pertanda awal mula munculnya Kabupaten Kendal.
Dari Hasil Seminar yang diadakan tanggal 15 Agustus 2006, dengan mengundang para pakar dan pelaku sejarah, seperti Prof. Dr. Djuliati Suroyo ( guru besar Fakultas sastra Undip Semarang ), Dr. Wasino, M.Hum ( dosen Pasca Sarjana Unnes ) H. Moenadi ( Tokoh Masyarakat Kendal dengan moderator Dr. Singgih Tri Sulistiyono. serta setelah diadakan penelitian dan pengkajian secara komprehensip menyepakati dan menyimpulkan bahwa momentum pengangkatan Bahurekso sebagai Bupati Kendal, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi. Pengangkatan bertepatan pada 12 Rabiul Awal 1014 H atau 28 Juli 1605. Tangal tersebut persis hari Kamis Legi malam jumat pahing tahun 1527 Caka. Penentuan Hari Jadi ini selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah ( PERDA ) Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006, tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kendal ( Lembaran Daerah no 20 Tahun 2006 Seri E nomor 15 )

Foto-foto Kabupaten Kendal :

 

readmore »»   Share

Kebun Teh Medini : Petualang Alam


Tak banyak orang yang tahu tentang Kebun Teh Medini. Kecuali beberapa masyarakat di sekitar Pengunungan Ungaran dan beberapa pandaki gunung. Yaa, Kebun teh Medini terletak di perbukitan pengunungan Ungaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Di sebelah utara atau berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Kebun Teh Medini terletak di ketinggian 1500DPL yang merupakan wilayah Kabupaten Kendal. Biasanya para pendaki yang akan melakukan perjalanan pendakian ke pengunungan Ungaran akan melewati kebun teh Medini. Ini salah satu jalur yang memang biasa di lewati oleh para Hikingers. Kerena setelah melewati kebun teh Medini para Hikingers akan beristirahat di barak yang dikenal dengan nama Promasan.Perdalam Coretan
Perjalanan menuju kebuh teh Medini memang tidak semudah dan segampang perjalanan menuju obyek wisata lainnya dan Mall tengah kota.  Karena memang jalan yang di pergunakan adalah standar truck pengangkut teh, bukan mobil mewah. Rata-rata menggunakan kendaraan roda dua atau jeep dan sejenisnya. Walaupun mobil L300 bisa naik ke atas juga. Apabila dimulai dari kota Semarang, para petualang dapat melewati jalur Pasar Jrakah – Boja melewati kecamatan Mijen dan Cangkiran. Ketika memasuki wilayah Cangkiran, para petualang silakan lurus menuju Taman Rejo, kalau belok ke kanan akan menuju Kecamatan Bojo.
Apabila dari Ungaran, para petualang bisa melewati jalur Pasar Ungaran – Gunung Pati – Cangkiran. Memang semua jalur ini sempit dan perlu ekstra hati-hati. Perjalanan pertama memang lebih mudah kerana jalan aspal juga sangat enak dilewati. Setelah melewati kelurahan Taman Rejo yang termasuk wilayah Kecamatan Limbangan para petualang akan melewati jalur menuju Medini yang berbatu dan tidak mulus.
Nah, di jalur ini petualang diharuskan untuk sabar dan ektra waspada dengan kondisi jalanan. Perjalanan dari ujung aspal pertama hingga Pintu masuk Kebuh Teh Medini kurang lebih 30 – 40 menit tergantung kendaraan yang digunakan. Petualang akan melewati Desa Gempol, dan beberapa desa lainnya. Tips : lebih mudah petualang melewati jalur dalam desa ketimbang luar desa yang berbatu. Orang-orang di desa sangat supel jadi jangan takut untuk bertanya.
Sesekali mengabadikan jalanan dan kondisi sekitar juga penting. Setelah melewati desa terakhir, maka pera petualang akan melewati jalur dengan track yang berkelok-kelok dengan pemandangan bukit dan beberapa tanaman kopi. Udara mulai dingin dan sejuk, jadi memang perlu persiapan jaket apabila kedinginan. Track yang ini mudah untuk di jangkau karena jalannya cenderung lebih mulus ketimbang jalan yang sebelum desa.
Apabila memasuki jalan Promasan, maka petualang akan mendapati pintu tiket masuk menuju Kebun Teh Medini, hanya dengan biaya Rp. 2.500,- petualang bisa merasakan sejuknya udara yang alami tanpa polusi. Lalu silakan berjalan melewati pabrik teh menuju kebun teh yang luas, tentu saja dengan motor dan mobil.
Kebun teh memiliki banyak jalur yang saling menjauh satu sama lain, dan sedikit yang berhubungan. So, apabila petualang berniat berjalan kaki untuk hiking silakan untuk mengambil jalur sebelah kiri menuju Promasan karena jalur ‘tikus’ ini merupakan jalur yang termudah dan terdekat untuk sampai ke Promasan. Apabila memakai mobil L300, maka Medini adalah perhentian terakhir. Apabila memakai Jeep atau motor bisa naik lagi menuju Promasan dan Gua Jepang dengan mengambil jalur tengah.
Cukup indah pemandangan yang akan didapat, dengan kebun teh yang luas. Dimana mata memandang, disitu tamanan teh berjajar satu sama lain yang hijau dan elok. Dengan jalur yang berkelok-kelok, akan menambah senang suasana perjalanan. Memang para pertualang harus sabar dan hati-hati dengan kondisi jalanan, karena jalur ini di dedikasi untuk truck pengangkut para ibu memetik teh.
Tujuan utama selain di Medini adalah Barak Promasan dan Gua Jepang. Perjalanan dangan naik motor sekitar 30 menit dari Medini. Apabila sudah sampai barak Promasan, petulang bisa beristirahat di warung-warung yang berada di sekitarnya. Juga ada kolam air yang sejuk dan tentu saja dingin. Setelah istirahat, petualang bisa melanjutkan perjalanan ke Gua Jepang. Disebut Gua Jepang memang Gua ini di buat olah Jepang untuk sarana perang jaman dulu. Tips : Silakan masuk membawa senter yang terang dan jangan sendirian karena banyak ruangan. Sesuaikan mata dahulu di sudut terluar sebelum memasuki gua. Perjalanan memasuiki Gua hanya sekitar 15 menit atau kurang.
Setelah selesai, maka ada petualang yang tak kalah menarik yaitu Air Terjun yang tinggi dan indah. Letaknya di sekitar Pabrik Teh Medini atau pintu masuk tiket tadi. Nah, petualang bisa memilih mana tempat yang akan didatangi. Apakah akan ke air terjun, lalu ke kebun teh Medini. Atau Kebun teh Medini dan Gua Jepang Promasan. Atau semuanya, tergantung fisik dan mood.
Air terjun ini bernama Curug Lawe (curug : waterfall), memang di jawa tengah banyak curug-curug yang bemana Curug Lawe. Memang, namanya sama namun beda tempat. Seperti di sekitar Gunungpati atau masuk wilayah Kalisidi ada juga Curug Lawe. Curug Lawe Medini ini hanya bisa di akses dengan berjalan kaki saja. Perjalanan membutuhkan waktu 15-20 menit dari pintu tiket masuk. Melewati jalan setapak yang berkelok-kelok, bagi hikingers hal seperti sangat menyenangkan dan mudah. Namun bagi para petualang yang tak biasa berjalan kaki, tips : silakan jalan pelan-pelan dan sesekali istirahat. Banyak bangunan yang di buat oleh Pabrik Teh Medini sebagai sarana camping Ground dan istirahat.
Curug Lawe Medini memang belum banyak di akses orang, bahkan pengelolaan yang belum sebagus Gonoharjo dan Nglimut (Petualang selanjutnya). Bisa jadi disebabkan karena akses jalan menuju Curug Lawe ini susah untuk di jangkau kebanyakan orang. Jalanan yang ekstra sulit dan jauh. Namun Curug Lawe tetap mempunyai potensi selama Pemerintah mau mengembangkannya.
Di Curug Lawe, petualang akan disuguhi pemandangan alam yang sangat-sangat alami dan indah menajubkan. Petualang perlu hati-hati karena waterfall ini tak semudah di jangkau orang untuk mendekati pusat jatuhnya air. Masih banyak hewan-hewan liar yang berkeliaran seperti kera, gareng pong, lintah dan mungkin ular (yang ini penulis juga belum melihat). Airnya yang dingin dan segar bisa dibuat mandi setelah perjalanan yang pernuh keringat.
So, siapkan segala hal yang perlu untuk menantang bahaya di Kebuh Teh Medini. Apabila petualang takut, silakan untuk mencoba sekali saja….

Sumber : coretanpetualang.wordpress.com/2011/01/17/kebuh-teh-medini-petualang-alam-2/
readmore »»   Share

Plantera Fruit Paradise



plantera dr atas bukit
Plantera Fruit Paradise, merupakan kebun buah tropis unggulan yang berada di atas lahan 234 hektar. Plantera Fruit Paradise Kebun Ngebruk atau sebelumnya dikenal dengan Kebun Ngebruk berada di Desa Sidokumpul Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal JawaTengah.
Secara geografis, terletak di sebelah barat kota Semarang yang dapat ditempuh melalui kota Boja maupun Weleri. Awalnya, perkebunan yang dikelola PT Cengkeh Zanzibar ini merupakan perkebunan cengkeh. Untuk mengembangkan bidang usahanya, sejak tahun 2000 PT Cengkeh Zanzibar mencoba untuk membudidayakan buah tropis unggulan.
Bibit buah unggulan sebagai indukkan diambil dari bibit buah unggul di negara tropis seperti Malaysia dan Thailand. Selanjutnya indukkan bibit buah unggul tersebut, diramu dengan teknologi modern yang ditangani oleh para ahli pertanian PT Cengkeh Zanzibar ternyata bisa dibudidayakan di Indonesia, di kebun Ngebruk dengan hasil dan mutu yang lebih baik dari buah-buahan di negara asalnya.
Hasil panen buah yang melimpah dan kualitas buah unggul tidak kalah dengan buah import yang diberi merk IBANA tersebut mulai membanjiri supermarket-supermarket di Pulau Jawa. Sehingga, menarik minat masyarakat untuk mencari tahu asal kebunnya bahkan kalau bisa ingin mengunjunginya.
Seiring berjalannya waktu, Kebun Ngebruk mulai dikunjungi masyarakat, dari mulai pribadi atau keluarga yang hanya sekedar ingin melihat kebun seluas ratusan hektar yang ditanami aneka buah tropis unggulan hingga kalangan pertanian yang ingin tahu lebih lanjut mengenai budidaya buah tropis. Nah, dari sanalah muncul ide untuk mengakomodasikan permintaan masyarakat tersebut dengan membuka Agrowisata buah unggul. Harapannya masyarakat yang berkunjung bisa lebih terorganisir dan terarah. Hingga akhirnya pada tanggal 15 Desember 2009 Kebun Ngebruk resmi dibuka untuk umum dengan nama Plantera Fruit Paradise.
Paket wisata yang ditawarkan :
FRUIT TOUR: Paket wisata tour keliling kebun menggunakan mobil wisata, berjarak 4400 meter didampingi seorang pemandu wisata. Peserta bisa turun di terminal setiap komoditi untuk menikmati suasana kebun buah sekaligus berfoto di area kebun.
FRUIT SAFARI: Paket wisata berupa tour jalan kaki keliling kebun berjarak 1100 meter, didamping seorang pemandu wisata. Di sela perjalanan keliling kebun buah, peserta dapat istirahat sejenak menikmati suasana perkebunan buah di pondok yang telah disediakan yaitu Pondok Durian dan Pondok Lengkeng.
FRUIT PARADISE: Paket wisata petik/panen buah sendiri – paket ini diadakan sesuai jadwal panen Kebun Ngebruk jadi tidak setiap saat paket fruit paradise ini ada. Sistem paket paradise ini adalah membeli kupon buah yang akan dipetik sesuai jadwal panen (plus tiket fruit tour ), dengan harga kupon sbb :
c. Paradise jagung manis (paket 10 tongkol + rebus/bakar) Rp 15.000,00
d. Paradise melon kinanthi (paket 1 butir) Rp 25.000,00
e. Paradise semangka (paket 1 butir) Rp 10.000,00
Peserta diperbolehkan untuk membeli kupon lebih dari satu (1).
Plantera Fruit Paradise:
Sabtu-Minggu dan hari Besar: buka untuk umum pk 9.00 – 15.00
Senin-Jumat : wisata keliling kebun & resto buka untuk tamu konfirmasi minimal 25 org
Toko buah dan toko bibit buka setiap hari.

Sumber : http://seputarsemarang.com/plantera-fruit-paradise-3895/
readmore »»   Share