Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Dua Jalan dalam Kehidupan


J.S. Adams pernah menceritakan di dalam bukunya, “Allegories of Life” tentang dua orang pria yang akan menuju sebuah lembah yang indah dan subur, namun mereka harus melalui sebuah hutan yang sangat lebat untuk sampai ke sana. Orang-orang mengatakan bahwa jalan yang harus ditempuh gelap dan penuh halangan, tapi jika sampai maka semua akan terbayar.

Maka, kedua orang pria tadi pun memulai perjalanan secara bersama-sama di pagi hari. Lama kelamaan, pria pertama menjadi semakin tidak sabar karena susahnya medan yang ditempuh.

Pria pertama memutuskan untuk secepat mungkin sampai ke lembah. Ia tak peduli semak belukar atau tanaman-tanaman tajam yang harus ia hadapi. Ia terus saja menerjang, meskipun semua badannya menjadi sakit.

Ia pun berlari secepat mungkin, sehingga temannya tertinggal. Setelah perjuangannya menembus hutan, ia pun akhirnya sampai di lembah tujuannya, meski sekujur tubuhnya sakit. Orang-orang di sekitar lembah pun memutuskan untuk menolong dan merawatnya.

Ketika pria pertama tadi sudah sampai di lembah, pria kedua masih berada di belakang.

Apa yang dilakukannya? Ternyata ia menggunakan kampak untuk memotong semak belukar dan tanaman yang mengganggu di sepanjang jalannya menuju lembah. Meskipun butuh waktu lebih lama, ia memilih untuk mempermudah jalan untuk dirinya sendiri sekaligus bagi orang lain yang nantinya ingin menuju ke lembah.

Hari demi hari ia lewati, dan akhirnya ia sampai ke lembah yang dimaksud. Sesampainya di sana, ia pun bertemu temannya yang masih terbaring sakit.

Keesokan harinya, pria yang membuat jalan di hutan tadi kemudian langsung bisa bekerja bersama penduduk di sana, sementara temannya masih tak bisa berbuat apa-apa.

Dan setelah itu, banyak orang mulai berdatangan ke lembah yang indah tersebut melewati jalan yang telah dibuat oleh pria kedua tadi.

Dari cerita ini, J.S. Adams menekankan bahwa ada dua jalan mengarungi kehidupan. Pertama seperti yang dilakukan pria pertama tadi yang hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan dan kemudian perjalanannya berakhir, atau seperti pria kedua yang mau membuka jalan untuk orang lain, sehingga mereka mendapat berkah dan manfaat dari apa yang telah ia lakukan.
readmore »»   Share

Kutipan Inspirasi: Definisi Sukses

Apa sih, definisi “sukses”?

Tanpa mengacu pada kamus bahasa, definisi sukses tentunya sangat relatif. Semua orang punya definisinya masing-masing.

Jika kita mengacu pada definisi Brian Tracy, sukses adalah:

“Success is the ability to live your life the way you want to live it, doing what you most enjoy, surrounded by people who you admire and respect.”
- Brian Tracy, Million Dollar Habits

Sukses berarti jika seseorang menikmati dan mencintai profesinya sekarang, dan ia dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai dan mencintai dirinya.

Seseorang belum bisa dikatakan sukses jika ia menikmati dan mencintai profesinya, namun ia dijauhi dan dibenci oleh orang-orang di sekitarnya.

Selain, itu seseorang belum bisa dikatakan sukses jika ia ingin meluangkan waktu bersama keluarganya atau mewujudkan keinginan lain, namun ia terhalang oleh berbagai hal, seperti kurangnya waktu, kurangnya uang, dan berbagai hambatan lain.

Kemudian, menurut Earl Nightingale, sukses adalah:

"Success is the progressive realization of a worthy ideal."
- Earl Nightingale, The Strangest Secret

Sukses adalah realisasi progresif dari prinsip-prinsip seseorang yang bernilai. Sukses berarti jika seseorang mampu membuat kemajuan untuk mewujudkan setiap gol, tujuan, atau cita-cita mulianya, dan prinsip tersebut bernilai atau dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sedang menurut Zig Ziglar dalam salah satu wawancara di majalan Time, sukses adalah:

"mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang – dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang. Anda bisa membeli kasur, tapi Anda tak bisa membeli tidur yang nyenyak."
- Zig Ziglar

Ya...

Definisi sukses sangatlah relatif. Mungkin Anda punya definisi yang berbeda, dan itu bukanlah suatu masalah. Tidak seperti di sekolah, Anda tidak akan mendapat nilai jelek karena definisi sukses Anda buruk.

Apa yang terpenting adalah, Anda harus berani mencoba untuk meraih kesuksesan. Jangan menyerah sebelum Anda mencoba langkah pertama untuk mewujudkan cita-cita
readmore »»   Share

Pelajaran Singkat tentang Hubungan Antar Manusia

Cerita Motivasi: Bagaimana Pierre Mendapatkan Keberuntungannya
Enam kata yang paling penting: “Saya akui memang saya yang salah”

Lima kata yang paling penting: “Anda melakukannya dengan sangat baik”

Empat kata yang paling penting: “Menurut pendapat Anda bagaimana?”

Tiga kata yang paling penting: “Tolong, Bisakah Anda. . .”

Dua kata yang paling penting: “Terimakasih banyak”

Satu kata yang paling penting: “Kami”

Satu kata yang paling tidak penting: “Saya”


~ Anonim ~
readmore »»   Share

2 CERITA

Ada dua cerita dari dua buku dan penulis berbeda yang pernah saya baca, tapi sebenarnya bisa ditarik sebuah kesimpulan yang sama dari keduanya.
---



Cerita pertama adalah dari buku The Success Principles oleh Jack Canfield:

Di salah satu seminarnya, Jack Canfield melihat dari kejauhan ada seorang pria yang duduk di deretan belakang yang nampak tidak senang. Ia melihat pria tersebut menyilangkan tangan di dadanya dengan wajah yang nampaknya kesal. Di dalam hatinya, Jack berpikir bahwa pria itu pasti dipaksa oleh boss-nya untuk datang ke seminar, atau dia tidak menyukai isi seminar tersebut.

Karena tidak ingin ada salah satu peserta seminar yang merasa tidak senang, Jack memutuskan untuk mendekati pria tersebut. Ia kemudian bertanya langsung padanya apakah ia dipaksa datang atau tidak.

Pria itu menjawab bahwa ia tidak dipaksa datang, dan ia justru sangat menyukai isi seminar tersebut. Hanya saja, ia sedang terkena flu dan ia tidak ingin pulang dan melewatkan seminar yang bagus tersebut.

---

Sementara cerita kedua, pernah saya baca di buku 7 Habits of Highly Effective People oleh Stephen R. Covey:

Pada suatu hari Minggu yang tenang, Stephen sedang berada di sebuah subway di kota New York. Ia melihat bahwa suasana di sana sangat damai dan menyenangkan. Namun, kemudian datanglah seorang pria yang membawa anak-anaknya yang masih kecil. Mereka ternyata tidak bisa diam dan membuat ulah di dalam kereta. Sang ayah yang berada di sebelah Stephen pun hanya duduk terdiam dan memejamkan matanya, tanpa berbuat suatu apa pun.

Karena merasa kesal dan terganggu, Stephen berbicara pada sang ayah dan memintanya untuk melakukan sesuatu. Tapi, kemudian pria tersebut memberikan jawaban yang tidak terduga.

Pria tersebut mengaku sadar bahwa dia perlu melakukan sesuatu, tapi ia dan anak-anaknya baru saja pulang dari rumah sakit di mana ibu mereka baru saja meninggal satu jam yang lalu. Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa berpikir lagi dan tak tahu apa yang harus dilakukan.
Seketika itu juga sikap Stephen berubah.

---

“Prejudice is a great time saver. It enables you to form opinions without bothering to get facts.” - Anonymous
"Prasangka adalah penghemat waktu yang tepat. Hal ini memungkinkan Anda untuk membentuk pendapat tanpa repot-repot untuk mendapatkan fakta-fakta. "
readmore »»   Share